Kukira aku tau diriku, Nyatanya…


Kukira aku adalah seorang yang sabar, ternyata ketika dia hadir aku tidak sesabar yang kukira. Aku terkadang emosi ketika melihatnya tak sesuai dengan apa yang kuharapkan.

Kupikir aku adalah seorang yang tidak banyak menuntut, ternyata ketika dia hadir aku terlalu banyak menuntutnya. Entah apa kesalahannya sehingga dia mendapatkan teguranku. Bahkan dia tidak pernah menuntutku sekecil apapun. Maafkan aku..

Kusangka aku adalah seorang yang bisa memahami berbagai karakter banyak orang, dari yang koleris, sanguinis, plegmatis, maupun melankolis. Namun nyatanya ketika ia datang aku bahkan kesulitan membaca pikirannya.

Hmmm.. Pernikahan yang kukira bisa menentramkan, menjadi terlihat mencekam. Tidak hanya memikirkan tentang dia, tetapi tentang pandangan mereka. Setidaknya itu yang menyebabkan badanku habis termakan pikiranku sendiri.

Tapi, aku yakin. Bahtera itu akan berlayar stabil dengan semangatku untuk belajar. Dekap aku lebih erat agar kita tak akan goyah ketika badai itu menempa.

Saya dapatkan dari pengalaman seseorang yang bercerita kepadaku.

49 thoughts on “Kukira aku tau diriku, Nyatanya…

  1. hmm.. meringis bacanya mba…
    ibu juga sering bilang, ntar kalau udah RT banyak masalah, bla..bla..bla..
    tapi kadang, itu malah jadi tantangan tersendiri buat aq, “ah, masa iya c?? liat aja nanti, aq pasti bisa menyelesaikannya” hehehe.. sombong kali ya..😛

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s