Perlukah diucapkan?


bukankah aku telah berkata berkali
bahwa aku sayang kamu
atau aku perlu katakan lagi?

bukankah juga aku telah ribuan kali
melemparkan kata rindu
atau aku perlu mengungkapkannya lagi?

Ridwansyah

Ya, seperti kata dia yang tertuju untuk belahan hatinya. Tapi untukku apakah perlu mengatakannya? Ataukah seperti teriakan sukma dari Habibie kepada ainun yang menegaskan bahwa ku cinta padamu’?

Ah, kurasa hanya teriakan sukma saja itu cukup! Sekiranya hanya diriku sendiri yang dapat mendengarkan teriakanku itu. Tidak juga dia, kalian, dan mereka. Tapi ada satu lagi yang mendengar teriakan itu. Yaitu sang pembolak-balik hati ini.

15 thoughts on “Perlukah diucapkan?

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s