Menuju Seperempat Abad


Bertemu teman lama memang mengasyikkan. Salah satu ajang mempertemukan kembali teman lama adalah adanya moment pernikahan. Menghadiri undangan itu wajib, so hari ahad kemarin saya menghadiri pernikahan temen saya, Dani.

Sepulang dari sana saya mampir silaturahim ke sobat saya di daerah laweyan, untuk pertama kalinya kita akhirnya diperbolehkan untuk maen kerumahnya. Asyik mengobrol dan bercerita tentang ‘Cerita cinta’ mereka siAnom dan si Tri. Saya sebagai pendengar setia saja, toh tak perlu ada pembahasan tentang ‘kisah cintaku’:mrgreen:

Sesekali saya berkomentar menanggapi cerita mereka, eh tiba-tiba si Tri bertanya tentang saya “Fah, gimana denganmu? Pasti sudah ada orang yang menunggumu kan? Ngek!! Tiba-tiba lidah saya kelu. Musti dijawab apa nih? Saya mikir keras sekali, ada kagak si yang mungkin aku lupa kalau-kalau ada seseorang yang memang menungguku. Eiiittbusyeeetdah, kagak ada satu pun ternyata! Kenapa aku baru tersadar ya?

Si dia, ah kan udah lama kujawab. Yang disono? Palagi tuh, cuman  mesam mesem doang, maksudnya apa cobak? Yang disini? Hihiii, saya takut orang asing, Dan ternyata suwung!!!.. hanya bunyi jangkrik yang berderik krik krik krik. Sepiii

Okelah saya memang banyak temen cowok diwaktu kuliah, bahkan temen seperjuangan TA dan temen deket saya itu cowok, ettapi kenapa kagak ada yang mau nunggu aku yaks? Wah harga diri! Perasaan saya juga gak jelek-jelek amit, bahkan si shela murid TPA ku dulu sering menyamaiku dengan mbak-mbak pemeran utama di sinetron ‘Kamila’ alias Asmirandah. Walaupun saya lebih bahagia kalau disamakan dengan mbak Kate Midelton sih, tapi gak ada harapan.😦 *sedih

Wah, saya bingung menjelaskannya waktu itu. Huaaaa, tapi kalau dipikir-pikir bener juga yak pertanyaan si tri ini, apa saya yang gak normal di kalangan mereka? Umur hampir seperempat abad. Bagi wanita, umur segitu sudah dibilang ‘Perawan tua’ di desa sebelah, tapi tidak di desaku. Hahaah😆 .

Tapi tenaaaang, ini malah langkah yang bener menurut saya. Saya tidak pernah punya komitmen dengan seseorang dan saya tidak pernah menerima komitmen dari seseorang. Jikalau tidak ya tidak, bukan menjadi PHP (Pemberi Harapan Palsu). Dan sampai sekarang ini, saya belum sukses berkata ‘Iya’. Kalaupun sudah berkata iya, berarti judulnya “Indahnya Pacaran setelah nikah cuuy”😆

Hemmm.. entahlah jika saja masih ditanya kriteria, sekarang aku sudah bisa menjawabnya. Dulu saya hanya bisa menuliskan yang ‘Berkarakter kuat’ tetapi bingung menjelaskannya. Sosok Arroyan Fikri sudah menjawab karakter tersebut, tapi itu hanya fiksi. Ettapi sekarang saya sudah bisa menjawab seperti apa itu karakter kuat.

Ah, semoga saja harapanku sesuai dengan Alloh. Saya yang menyesuaikan dengan maksud Allah, bukan Allah yang menyesuaikan maksud saya.

Entahlah, sekarang saya sudah tau apa yang saya butuhkan. Apakah Allah mengACC atau tidak, saya serahkan pada Allah. Setidaknya beberapa kejadian telah menguatkanku tentang kebenaran “Allah tau isi hati hambaNya”. Saya bukanlah orang yang mudah berkata tidak tanpa Alasan yang kuat, ketidak sregan hati itu bukan menjadi landasan yang kuat untuk saya berkata ‘Tidak’. Hingga pada Akhirnya Allah lah yang menjawabkannya. Huhuhuu.. Terimakasih ya Allah terimakasih Ya Allah, segala puji bagimu Alhamdulillahirobbil’alamin.

Masih teringat sekeping pecahan episode yang kutemui di jogja ketika bukfer lalu. si mbak cantik datang bareng dengan mas keren. Ah, aku mau seperti itu dalam versi kerenku!:mrgreen:

Klaten, 28 Januari 2013

41 thoughts on “Menuju Seperempat Abad

  1. “Si shela murid TPA ku dulu sering menyamaiku dengan mbak-mbak pemeran utama di sinetron ‘Kamila’ alias Asmirandah. Walaupun saya lebih bahagia kalau disamakan dengan mbak Kate Midelton sih” << maklum, si shela mungkin belum bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk.🙂

  2. yang ikhtiar dan doa, semoga segera amin ya rabb…
    eh ikhtiarnya udah beluuuum nih? cmgut
    saya dulu 26 istri 25…
    jadi sekarng waktunya kalau mau nyamain diriku c
    #ngomporin🙂
    semoga

  3. “jgn terlalu risau dengan umur 25 tahun, risau lah krn belum memantaskan diri..” itu kata Peta, aku sendiri gk ngerti maksudnya.. -_-

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s