Janji Allah itu Nyata


Takaran cukup bagi tiap orang itu berbeda-beda. Ada yang dengan penghasilan yang tidak cukup besar, tetapi kebutuhannya bisa tercukupi. Ada juga yang berpenghasilan yang lebih besar dari orang tadi, tetapi kehidupannya selalu merasa kurang. “Orang yang kaya adalah orang yang bisa merasa dirinya berkecukupan, yaitu orang yang pintar mengelola keuangan”, kata seorang ustad sewaktu dalam perjalanan silaturahim ke suatu tempat.

Lalu, pengelolaan keuangan yang seperti apa? Saya bukan ahli keuangan yang lihai dalam pengelolaan secara global, tetapi minimal saya adalah pengelola keuangan bagi diri saya sendiri. Saya pernah mendengar cara pengelolaan keuangan yang bagus itu adalah dengan menghabiskan, bukan menyisakan.

Setelah saya bertanya-tanya dengan tanda Tanya besar yang banyak saya tau maksud ‘Menghabiskan uang’ tersebut. Maka saya mempraktekkannya tiap bulan di awal bulan. Saya langsung membagi-bagi uang tersebut pada pos masing-masing, termasuk hal wajib, kebutuhan selama 30 hari kedepan, dan lain-lain. Tidak lupa, saya mengisi pos untuk menabung. Yah, walaupun tak begitu banyak. Minimal satu bulan itu menabung harus dipaksakan. Dan kau tau? Saya bukan tipe pengguna ATM. ATM sudah saya matikan semenjak saya semester 4 dulu. Saya ndak suka, itu saja sih alasannya:mrgreen: . itu alasan dari dulu dan sampai saat ini. Hati saya miris mendengar  derit bunyi ATM yang hanya digunakan untuk ‘belanja’ hal yang kurang saya butuhkan. Heheee, itu mungkin bisa berubah jika ada kepentingan lainnya, kepentingan bisnis mungkin.😀

Suatu hari, di sepuluh hari awal bulan saya kehabisan uang untuk hidup selama sisa hari kedapan. Kebutuhan mendadak yang saya keluarkan ini bener-bener tak terhitung, karena ini bukan pengeluaran pribadi saya. Hari ke 10 di awal bulan itu saya hanya memegang uang 50ribu rupiah. Ternyata tak disangka tak dinyana uang itu terpakai juga untuk kebutuhan yang tak terduga, menyisakan uang lima ribu rupiah. Dalam hati masih berkata, hidupku masih panjang bro, brotoniii..😦

Belum sampai disitu ceritanya, entah saat itu saya sudah hopeless tak berani kemana-mana tanpa uang sepeserpun. Hanya uang lima ribu bisa buat apa? Tapi mengingat jaman kos dulu, lima ribu itu masih berharga lhoo. Parahnya lagi pulsa saya habis sehabis habisnya. Masih saya sisakan 160 rupiah agar tetep bisa konek sosmed yang gratis:mrgreen:

Ah, saya langsung menghabiskan isi dompet saja sekalian. Saya langsung memasukkan uang terakhir saya di bedug sedekah subuh sambil berucap Bissmillahirrahmanirrahim. Satu hari setelah itu saya masih cuek-cuek saja tanpa membawa uang sepeserpun kemana-mana. Untungnya bensin motor masih. “Entahlah, aku tak bisa menyelesaikan perkara ini, biarlah Alloh yang menyelesaikan”, Pikirku saat itu. Hari kedua setelah itu, nasib masih sama.

Hari ketiga itu jatuh pada hari sabtu, “Duuuh sudah banyak sms yang belum kubalesi, bagaimana ini?, okelah saya mau pinjam uang dulu. Bulan depan mau langsung kukembalikan.

Hari sabtu waktu itu adalah hari yang rame-ramenya para duta berkumpul. Disana juga ada arisan yang pesertanya juga duta itu sendiri. Saya masih sibuk dengan kesibukan saya di depan computer. Entahlah hari sabtu kemarin pusiiiing sekali, banyak cabang-cabang yang mesti saya selesaikan hari itu juga. kalau tidak bakalan menumpuk di hari senin.

Tiba-tiba adal salah satu duta yang berbicara kepadaku “Mbak, ikut sekalian ya arisannya?”. Saya masih saja sibuk dengan computer saya sewaktu saya bertanya “itu berapaan pak?” Dan pada akhirnya saya bilang “Ya pak, saya ikut”.

Tak lama kemuadian forum itu semakin riuh bin ramai sekali. Sayup-sayup saya mendengar nama saya terlontar diantara pada bapak-bapak. Dan kau tau kenapa? Saya dapat arisan itu. MasyaAlloh. Sungguh janji Allah itu nyata, sedangkan janji saya yang harus dipertanyakan.

Jadi teringat potongan ayat ini “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah) maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizqi) dan hanya kepadaNYA lah kamu dikembalikan. (QS. Albaqoroh, 2 : 245)

Saya hanya bisa tertawa bersyukur tak terhingga dan masih saja tak percaya. Barusan saya ditanya untuk mengikuti arisan. Dan ternyata Allah memberikan jalan yang tak terduga-duga. MasyaAllah..

Klaten, 18 February 2013

23 thoughts on “Janji Allah itu Nyata

  1. Kalo masalah ATM saya sengaja bikin dua, satu untuk nabung dan satu lagi untuk kebutuhan sehari2 jadi InsyaAllah tabungan lebih aman.
    Untuk sedekah saya juga pernah mengalami hal seperti itu, dan bulan depannya mendapat berkah yang total nilainya 10 kalilipat dari yg disedekahkan. Alhamdulillah..

  2. mantapp…kebanyakan orang bersedekah setelah menerima uang dan memastikan bahwa uang itu adalah keuntungan atau laba. tapi ternyata dengan sedekah di depan, sebelum usaha dimulai, sebelum keuntungan didapatkan ternyata jauh lebih ajaib..like this post

  3. Nice reading!
    Itulah kekuatan sedekah/infaq tarikan energinya sungguh dahsyat.
    Kalo mendapatkan gaji, maka langkah pertama adalah bersihkan dulu penghasilan tsb dari hak-hak orang lain yg masih ada pada kita, misalnya dg bersedekah, infaq, atau zakat.
    QS. Al-Baqoroh ayat 245 itu memotivasi banget ya🙂

      • Heheee.. kisah yang paling mengesankan ya ini sih pak, walau nominalnya masih lebih besar yang dulu. ettapiii sungguh itu sangat keren sekali pak, masyaAllah..😀 *Mulai membiasakan dengan masyaAllah pak. Jazakumulloh pak ilmunya..

      • Memang mengesankan, dari pandangan teman-temanmu bisa jadi kelihatannya seperti gak ada masalah dg mbak Ulfah pasca tgl 10, padahal aslinya sport jantung🙂

        oiya, koreksi dikit lagi gak pa-pa khan ya🙂

        – jazakallah khairan –> untuk kamu, lelaki
        – jazakillah khairan –> untuk kamu, perempuan
        – jazakumullah khairan –> untuk kamu sekalian (obyeknya lebih dari satu)
        – jazahumullah khairan –> untuk mereka

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s