Cinta terlarang vs Cinta Sejati


Seperti perjalanan ke rumah, selalu saja menemui sebuah gang yang gelap, sempit dan bau. Ih rasanya sungguh tidak mengenakkan. Namun terkadang tertipu dengan kemasannya yang terlihat sangat nikmat. Berbalur lampu kota yang mencolok, menggoda setiap penikmat untuk melihatnya tanpa berkedip. Ah, lagi-lagi tergoda. Inilah keteledoran terkonyol jika tergesa-gesa merespon tanpa mau mengolah apalagi sedikit bersabar akan gemuruh yang ada di dada. Maka kau akan malu di kemudian hari.

http://pengging.com/wp-content/uploads/2012/08/wallpaper-cinta-gambar-cinta-merahgambar-cinta-sejati-download-gambar-cinta-download-wallpaper-cinta-sejatigambar-dua-hati.jpg

Selalu saja pertanyaan itu muncul “kapan” dan “siapa”. Hey, itu bukan urusanmu! Urusanmu itu adalah menjadi baik, bagaimana kau memantaskan dirimu untuk seorang yang kau rindui itu. Sibuk menerka-nerka dengan beranggapan “Eh, wajahnya kok mirip aku ya, jangan-jangan kita berjodoh nih”. Yang satu lagi sibuk mencari kesamaan buku bacaan, makanan favorit, mencari-cari apa yang dia rasakan dengan membuka kronologi fesbuk. Haiiiiiiih, lelucon apalagi yang kau lakukan?! Cukup! Hentikan sebelum kau malu pada dirimu sendiri dengan tindakan konyolmu itu.

Setidaknya malu pada dirimu sendiri seperti ketika kau tak mendapatkan nilai yang memuaskan di pelajaran yang kau suka saat di bangku sekolah. Kemudian ,berazzam pada diri sendiri untuk memperbaiki diri sehingga nilai sempurna itu kau dapatkan.

Bukan, ini bukan tentang cinta terlarang. Ini tentang cinta sejati yang kau dambakan itu. Tidak harus dia, orang yang katamu hanya dia seorang yang pantas untukmu itu, ya nama yang seriing kau sebut-sebut di sela cerita dengan teman dekatmu itu, atau bahkan kau memaksakan Alloh dengan berkata ‘Jodohku maunya dia .

Tidak harus kau!

Tapi, aku hanya malu bertemu Tuhanku dalam keadaan masih membujang

(Sakti Wibowo : Sepasang Merpati Berkalung Safir)

Ada dua pilihan ketika bertemu cinta
Jatuh cinta dan bangun cinta
Padamu… aku memilih yang kedua
Agar cinta kita menjadi istana… tinggi menggapai syurga

Dalam bukunya, Salim A. Fillah mengutip judul buku yang indah dari Ukhti Izzatul Jannah, Karena Cinta harus Diupayakan. Beliau mengungkapkan bahwa Allah mengajari kita untuk mengupayakan cinta. Seperti cinta kita padaNya yang tidak datang dengan sendirinya. Ia datang dengan iman. Iman datang karena hidayah. Hidayah datang karena menjemput karuniaNya. Dan sebelum itu ada ikhtiar. Jika cinta pada yang Maha Agung adalah buah dari ikhtiar. Maka, mengapa kita tak mengupayakan cinta kita pada dia yang dihalalkan untuk kita. Dan justru lebih memilih terbelenggu oleh cinta yang tak dihalalkanNya. Astaghfirullah …..

Beliau juga menambahkan, sering ia mengatakan pada para ikhwan, “Antum bebas jatuh cinta pada akhwat manapun, berapapun banyaknya, malah kalau bisa sebanyak-banyaknya. Tapi harus jadi gentle dan sportif!, Kalau ada ikhwan atau lelaki lain yang lebih siap datang mendahului menjemput sang angan pengisi sepi… jangan menangisi nasib diri! Persilahkan dengan gagah bahkan… bantu dengan segenap pengorbanan jika perlu!“

Begitupun pada para akhwat hal yang sama berlaku “Antunna bebas mencintai ikhwan manapun. Tetapi kalau seseorang yang berbeda nama, yang baik akhlaqnya dan agamanya datang… sedangkan antum tidak memiliki alasan syar’i untuk menolak… jangan pernah sekali-kali antum menghindar…”

Pada akhirnya jika boleh dikata sebagai mana syair milik Sakti Wibowo yang dikutip diatas “Tidak harus kau… Tapi, aku hanya malu bertemu Tuhanku dalam keadaan masih membujang .” Maka teruntuk para ukhti… tak harus dengan sebuah nama yang sudah tersimpan rapi dalam hati. Tapi amat baiklah jika memilih sebuah nama yang menghampiri anti dengan gagah berani.
Sumber : Dakwatuna

45 thoughts on “Cinta terlarang vs Cinta Sejati

  1. Bagian yang ini gimana gitu:

    “Begitupun pada para akhwat hal yang sama berlaku “Antunna bebas mencintai ikhwan manapun. Tetapi kalau seseorang yang berbeda nama, yang baik akhlaqnya dan agamanya datang… sedangkan antum tidak memiliki alasan syar’i untuk menolak… jangan pernah sekali-kali antum menghindar…”

      • harmonisasi itu justru hadir dri perbedaan (cendrung pada kebertolakbelakangan) meliputi unsur watak, minat, prinsip, karakter.
        keras-lembut, logic-intuistik, petualang-domestik, seni-eksak dll
        kesamaan lebih ditimbulkan oleh ikatan hubungan, so, psangaan yg uda lama biasanya sama dlam hal, gaya berbicara, cara berekspresi, penggunaan kata2/istilah tertentu, itu yg membuat keliahatnnya mirip.

        analisa brdsarkan survey mikro :p

      • yoha, jadi miripnya bukan dari awal (Raut), tp seiring hubungan yag terjalin jadi terasa mirip aja (mimik).
        mari kita kembangkan penelitian kita mbak😆

  2. perasaan yang pernah saya alami dulu, memang serba galau, menunggu takdir dari atap langit yang tak kunjung jatuh ke lantai bumi, agar segera bisa saya kais diantara remah-remah kue keduniaan yang berserakan, hingga akhirnya saya harus mengakui benar adanya yang dikatakan mas ippho “right” santosa bahwa benar jodoh itu di tangan Tuhan, dan sebagai seorang manusia saya harus mengambilnya dari tanganNya yang perkasa..dan kamipun bersatu, meskipun bukan yang baru, tetapi dijalin ikatan suci semoga bisa menggapai jannati..

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s