Think about it


Wanita memang sangat bermain dengan perasaan. Ada disaat nada yang sama dengan biasanya bisa saja ditangkap menyakitkan. Satu lirikan mata saja bisa dianggap sebagai lemparan kerikil tajam yang menghujam di hati. Niat hati tidak melukai, tetapi tiba-tiba terjadi mendung dan mulailah hujan local di kelopak mata.

Menjadi sensitive, membesarkan yang kecil. Jika perluasan makna itu baik untuk pemahaman kata, maka hal ini tidak berlaku untuk perluasan masalah yang tadinya kecil menjadi besar. Pikiran menjadi kemana-mana. Hati menjadi sesak karena pikiran negative yang bersarang di otak.

Satu kata ucapan singkat terbaca “ketus”. Satu kalimat sensitive menjadi “menyakitkan”. Satu kata canda menjadi “Sadis”. Sudah tau resiko yang didapat itu hanyalah rasa sakit , masih saja dilakukan. Marah, ketus, sadis, menangis. Seakan menjadi tidak dibutuhkan dan terbuang.

Satu pikiran berkembang menjadi beribu-ribu cabang. Menumbangkan berjuta kebaikan dengan satu kesalahan yang mungkin itu bisa jadi bukan kesalahan. Berfikirlah  positif non bahkan teorinya sudah berjilid-jilid buku diacanya. Namun memang antara teori dan praktik itu tidak selalu berjalan lurus.

Belajarlah, belajarlah belajarlah sampai mati. Jangan menyerah untuk belajar. Belajar bersabar, belajar berpikiran positif dan belajarlah dari semua orang di sekelilingmu. Satu pertanyaan muncul “kenapa harus mempelajari hal buruk juga, padahal hal baik itu masih saja BELUM terpuaskan untuk dipelajari?”. Satu jawaban muncul dari hasil pencarian “suatu hal dikatakan baik karena ada pembandingnya”. Cukup satu kalimat yang sebenarnya  pun juga sudah diketahui ilmunya. Sekali lagi mengamalkan memang butuh perjuangan yang sangat keras. Bertahanlah bertahanlah bertahanlah, non!

“wahai orang-orang yang beriman! Besabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung”

Ingat-ingat pesan itu non. Juga hadist ringan yang dihafalkan anak-anak TK “La taghdhob walakal jannah. Jangan kau marah, bagimu surga”. Bersabarlah bersabarlah bersabarlah, non.

Jadilah wanita tangguh. Jangan cengeng karena masalah ini. Dan ini bukanlah menjadi masalah jika selalu berfikir positif.

Think about it!

Tarik nafas panjang, dan berlarilah..

7 thoughts on “Think about it

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s