Jaman Ketidakpercayaan


Jaman ketidakpercayaan. Orang baik disangka buruk. Orang yang sedikit baik(entahlah) disangka bener. Hah, apalagi ini? Coba saja jika kita memerankan tokoh bu Risma, yah wali kota Surabaya yang kotanya sekarang terkenal dengan Dolly nya itu? Apa itu Dolly? Aku juga baru saja tau setelah bu Risma diwawancarai ke Mata Najwa kemarin, tepatnya pagi setelah penayangan di televisi.

Huh, menyakitkan memang. Jika niatan yang dilakukan bu Risma ini karena dunia semata, maka takkan bisa menggetarkan hati para pemirsa yang menoton videonya. Memberikan semua yang dimilikinya, harta, pemikiran dan jiwanya.

Membela sebuah kebenaran memang sering banyak sekali halangan. Entah jegal sana, jegal sini dari pihak yang tak suka dengan pembela kebenaran ini. Alhamdulillah, kata syukur yang layak dipannjatkan karena rakyat Surabaya membela habis-habisan atas tindakan bu Risma ini. Apik apik.

Tak bermaksud untuk berpidato ria di ceracau siangku kali ini. Bahwasanya jaman kali ini adalah jaman ketidakpercayan. Tidak percaya akan kekuasaan jika  dipegang olah seorang yang dikhusnudzoni baik. Kenapa dihusnudzoni baik? Karena tidak ada penyelewengan tugas yang dilakukannya.

Mau bicara tentang apa ini? Hah,.. tak tau. Aku hanya mau menulis saja. Menulisan tentang kekesalanku pada saudaraku seiman itu. Saudara?? Ya, kau tau sendiri, bahwa kita adalah saudara seiman karena kita orang islam. Tapi apa yang kau lakukan padaku? Entahlah,..

Entah siapa yang baik. Entah siapa yang jahat. Kukira saudara itu adalah segala-galanya melebihi apa itu teman. Bayangan yang ada di benakku saudara adalah teman cerita ketika sedang kesal, partner dalam bekerja, membantu menyelesaikan masalah, dan mengurangi beban pikiran karena tugas.

Tapi.. ternyata aku salah. Aku terlalu memandang indah apa itu saudara seiman. Aku harus pandai-pandai memilih teman, karena aku tak mau tertular. Apakah aku terlalu suci untuk mereka? TIDAK.. bahkan aku adalah orang cacat. Cacat yang masih disembunyikan oleh Tuhanku.

Yang kulihat mereka saling menuhankan diri dengan menganggap,..

“aku paling baik diantara kalian,.. aku paling pintar diantara kalian,.. aku paling dermawan diantara kalian.. aku paling bijak diantara kalian.. Maka kau hai penganggangguku,.. enyahlah kau dari sini!!”

Haha.. terlalu berlebihan kah? Saya rasa tidak,.. karena kenyataannya banyak topeng tertawa diwajah-wajah sendu biru,. Ekspresi menyerang dibalik wajah baik. Ekspresi wajah licik dibalik wajah polos.

Ah,… dunia dunia..
Kau memikatku begitu sempurna.
Hingga tak lagi kuhiraukan apa itu ukhuwah
Hingga tak lagi kuhiraukan apa itu kasih sayang
Aku adalah aku
Dan aku tak sudi melihat keceriaan saudaraku seiman
Ah.. Miris
Kembalikan jamanku menjadi jaman yang saling percaya
Bukan jaman ketidakpercayaan

8 thoughts on “Jaman Ketidakpercayaan

  1. iya nih.. banyak dasamuka berkeliaran. Semoga Bu Risma diberi kekuatan untuk bertahan, kalau memang tidak bisa, semoga gantinya lebih baik (emang ada?).😀

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s