Antara Politik dan WC


Assalamu’alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Jum’at mubarak.. Sungguh kita bisa mengambil ibrah dari setiap kejadian. Dengan catatan “Jika kita termasuk orang yang berfikir”. Bukan suatu kebetulan saya tidak BAB dirumah pagi tadi, sudah nongkrong agak lama tapi tidak keluar. Perjalanan ke kantor berjalan dengan mulus, diawali dengan rutinitas seperti biasanya sebelum melakukan tugas kantor. Secara berangsur-angsur saya sudah mulai merasakan tanda-tanda mau keluar *maaf BAB. Hingga pada akhirnya saya menuju ke WC. Alhamdulillah perjalanan menuju WC juga aman tidak ada halangan:mrgreen: . Disana ada 3 Kamar mandi yang didalamnya ada WC, dua pintu tertutup dan menyisakan satu pintu yang terbuka. Saat masuk ke Kamar mandi saya terkejut bukan main, karena ada kotoran yang belum dibersihkan secara sempurna oleh pengguna sebelumnya. Saya mencoba menyentor untuk membersihkannya, tetapi hasilnya asih sama. Agaknya ada sedikit gangguan dengan WC tersebut. Alhamdulillah tak berselang lama pintu kamar mandi satunya terbuka dan pengguna sudah keluar.

Seperti biasanya Kamar mandi yang ada WC nya adalah tempat inspirasi yang paling banyak selama ini. Selama saya menuntaskan hajat saya, saya masih kepikiran dengan kamar mandi yang kotor itu. Saya mempunyai persamaan antara WC dan Negeri ini. Eeetanya kenapa? Karena untuk memilih pemimpin negeri ini harus melewati sebuah makanan yang namanya “Politik”. Kata sebagian orang, “Politik itu kotor” jadi tak salah kan kalau saya juga menyamakan dengan WC? “Politik = WC”.. #Aseeeeek

Secara kemanusiaan bagi yang masih punya jiwa manusia, maka WC itu sangat diperlukan bagi kita. Coba saja jika tidak ada WC, pasti lagu tentang itu masih berjaya.. Lagu yang mana? lagu yang ini lho

Ayo ng***ng ayo ng**sing ning kebon.. ning kebon…
Tutupi godhong pring.. tutupi godhong pring..
men garing… men garing..

Maaf jika postingan ini terlalu fulgar seperti ini, karena inspirasi ini sungguh sayang sekali jika terlewat begitu saja. Mari kita lanjutkan pembicaraan..

Nah, karena kita mengetahui akan pentingnya WC bagi MANUSIA, maka selayaknya kita juga menjaga kebersihan agar nyaman dan enak untuk digunakan. Kalau WC itu kotor maka layaklah kita membersihkannya. kalau tidak kita mau siapa lagi? ohiya dink ada pembantu,. Ah tapi llupakan, toh pembantu juga seorang manusia,.. jadi atas nama kemanusiaan manusia juga wajib menjaga kebersihan WC kan? *maksa:mrgreen:

Jika politik dinilai sebagai hal yang kotor layaknya WC, maka jika kita membiarkan kotor tanpa mau ikut membersihkan, lalu mau siapa lagi? Katanya ndak mau dipimpim oleh pemimpin yang dzalim,.. membantu membersihkan saja kok sulit. Setidaknya ndak usah bawel menghina orang yang mau bersih-bersih WC #eh salah bersih-bersih negeri.

Secara simple saya akan menggambarkannya seperti ini. Ada 3 tipe manusia. Ingat!! yang saya sampaikan ini tentang manusia saja, bukan yang lain. Di peristiwa yang sama ketiga orang itu mempunyai reaksi berbeda-beda ketika mendapati WC yang masih terapung kotoran.

Orang pertama sangat jijik dengan WC tersebut dan berkata “Ih, WC nya kotor, saya ndakk mau masuk nanti saya kotor, karena saya mau ke masjid dan beribadah disana!!”
Orang kedua sangat semangat sekali membersihkan, tapi sayangnya hanya dengan suara saja “Bersihkan WC tu yang bersih, sisi ini disikat, pakai pembersih WC biar kinclong dan diberikan pewangi agar bersih”. Tapi sayangnya tangannya masih rapih terlipat di saku celana.
Orang ketiga beraksi, mungkin walaupun sedikit terpaksa orang ketiga itu langsung mengambil sikat dan tangan lain sambil menyentorkan air dengan gayung. Dengan keterpaksaan orang ketiga itu membersihkan, tetapi ditengah-tengah ternyata dia menghayatinya dan dengan senang hati orang ketiga ini membersihkan sampai kinclong. Yah, mungkin tidak begitu bersih dan wangi sekali, tetapi setidaknya cukup menyelamatkan hajat manusianya dan menggunakannya dengan nyaman.. Kemudian setelah selesai membersihkan dengan senyum yang mengembang di wajahnya dia bersih-bersih diri membersihkan peluh dan kotoran yang menempel,

Setelah menyelesaikan hajatnya, maka dia segera keluar. Dan seperti banyak kata Orang “Tempat yang melegakan setelah kita keluar darinya adalah WC”:mrgreen: . Dan satu kisah lanjutan yang mengejutkan. Ternyata secara diam-diam orang pertama dan kedua itu antri di depan pintu untuk menunaikan hajatnya yang tertunda. heuuuuu

Well, kita  memang berada di negara yang sama. Negara yang kata banyak orang banyak muslim yang menghuni di negeri tersebut. Kalaulah pemimpin yang memimpin bukan kriteria dari ajaran islam, maka pantaskah kita hanya menoton, mengolok-olok orang yang tersungkur? Tak dipungkiri bahwasanya kita menggunakan uang yang ada gambar “Garuda”, Tak dipungkiri juga bahwasanya kita juga harus mempunyai KTP yang berlogo Garuda juga.

Kalau ndak mau membersihkan ya jangan ngajak-ngajak golput dan menghina pekerja itu. Bantulah dia,. Setidaknya dalam doamu yang khusyuk di masjid yang sering kau sambangi. Kita juga mendoakan juga kok kalau-kalau pada akhirnya politisi yang dihusung itu menghasilkan sesuatu yang menguntungkan buatmu. Dan tentunya kalau mau menggunakan WC semaumu juga akan kita perbolehkan. Asal ingat saja. Ketidaksukaanmu itu jangan kau tularkan kepada yang lain.Cukup kau dengan Tuhanmu saja.

JANGAN GOLPUT ya guys,..
Golput membuat kita hanya bisa menahan hajat BAB  .. ya solusinya bawa batu saja untuk kau genggam:mrgreen:

Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Salam 3 Besar

14 thoughts on “Antara Politik dan WC

  1. Perumpamaan yang menarik, sayang persoalan golput tidak sesimpel itu😀
    Suara adalah hak, bukan kewajiban
    Mengajak orang tidak golput=mengajak orang golput=mencederai demokrasi

  2. banyak ungkapan yang digunakan di masyarakat. penafsirannya terserah si penulis dari sudut mana ia memandang. ada yang menafsiri, politik= wc itu ia ndodok buang BAB tidak terganggu bau kotorannya sendiri, maaf malah sangat menikmati dikesendiriannya sambil kepras keprus udut, merokok begitu mbak ulfah. mari kitaa saling bermenghormati perbedaan. memilih di alam demokrasi itu hak, pelajaran pmp waktu aku sd.

  3. Ini nih yang pengn di baca buat yang siap-sipa Pemilu nanti… *sambil nutupi irung*

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s