Suksesku dan suksesmu


​Apa makna suksesmu?

Dulu ketika melihat teman yg berhasil masuk jadi PNS ataupun BUMN rasanya kemeron pengin menjadi seperti itu juga. Mempunyai penghasilan sendiri.

Lulus kuliah di teknik sipil dulu saya pernah mengikuti tes CPNS di Jakarta bersama teman2, naik kereta ekonomi malam2.. berjejal penuh sesak.

Masih teringat dengan jelas suasananya, seangkatanku cewek yang berangkat cuma 2, selain itu cowok semua dan ada 4 cewek adik tingkat.

Ah, agaknya itu pengalaman paling berkesan menuju kota jekardah..

Belajar malamnya, antri mandi pagi, mengerjakan soal, dilanda kantuk yang hebat saat ujian, bis mogok saat mau mengejar kereta pulang, dan akhirnya kita dapat tidur leha2 karena banyak bangku kosong saat itu.. Kisah yang indah namun tak bersambut kemenangan..

Karena tak satupun diantara kita yang berhasil jd PNS di ujian kali itu.

Hahahaha

Dan akhirnya kita berpisah untuk menjalani kehidupan masing2.. Dan ternyata rentang beberapa waktu mereka mencoba jalan CPNS dan beberapa masuk.

RIZKI

Bahkan Rizki burung pun sudah diperhitungkan oleh Allah,

Setelah berikhtiar, maka selanjutnya pasrah..

Dan aku tau rasanya setelah mempunyai 2 anak, 

Bahwasanya kesuksesan bagi seorang wanita adalah bisa menjadi madrasah yang pertama bagi anaknya. .

Banyak yang bisa menghidupi anak-anaknya, tapi tak banyak yang bisa mendidik nya.

Membesarkan badannya, tapi menyerahkan hatinya pada orang lain.

Ini bukan tentang ibu pekerja vs fullMom ya.. Tapi tentang keluwesan waktu yang diberikan untuk mendidik anak-anak.

Apakah aku sudah mendidik dengan baik dengan pekerjaan ku saat ini? 

Tentu saja belum, karena akupun masih belajar.. Jangan lupa berdoa. Doakan anak-anak agar menjadi anak yang Sholih.. karena kesholihan itu adalah aset terbesar yang kita punya.

Jadi parameter sukses ku sekarang bukan tentang menjadi PNS maupun BUMN..

Cukup bahagia mempunyai teman yang mendapatkannya..

Dan cukup bahagia aku memeluk anak-anakku

Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama

Artinya: “Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)…. Bersambung

Lalu apakah cukup puas dengan seperti ini?

Tidak, karena mimpiku tetap menjadi seorang milyader. Menjadi pengusaha, pedagang, pebisnis entah apa itu namanya. Yang jelas aku ingin berdagang, karena 99 rejeki itu ada dalam perdagangan.

Sudah jadi pedagang yang sukses?

Belum juga, karena aku ingin membangun rumah tanpa riba, ingin naik haji tanpa riba ingin beli kendaraan tanpa riba.

Advertisements

One thought on “Suksesku dan suksesmu

Maturnuwun kagem panjenengan ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s