JuMud tingkat akhir


Tau gak si rasanya jadi orang jumud itu?
mau tidur aja bingung posisi mana yang enak, miring kanan, miring kiri, telentang, telungkup dan posisi lainnya, semua rasanya gak enak..
Tau gak si rasanya jumud ketika kuliah itu?
Mau masuk kok ya rasanya males ketemu dosen yang sama, ngajar dengan metode yang sama juga, bikin ngantuk lagi, gak mudeng lagi..

Tau gak si rasanya kerja yang ruwet?
ini belum selesai, tambah kerjaan lagi, eh belum kalau didatengi pada minta pengajuan uang padahal uangnya masi di bank. Dan tidak bisa diambil???

hehe.. ini nih manusia yang lagi kena sarnoEdi.. sarape keno edane ndadi. Suasana kek gini mending dipakek represing ke sungai elo rafting sepuasnya,.. nyilem sepuasnya.. teriak teriak sepuasnya..

suaranya habis, trus masalah yang tadi gak kelar juga. haha

Sudah,.. saya cuma mau pengen curhat itu doank kok :mrgreen:

Advertisements

Bekerja dibawah tekanan


Bekerja, ataupun melakukan aktivitas lain seperti memasak, maupun belajar, menulis bahkan kewajiban lainnya. Kesemuanya ini bagi saya sangat dipengaruhi oleh perasaan. Kalau saya berada di bawah tekanan, maka yang terjadi bukannya bersemangat, tapi malah menggembosi semangat saya.

Kata “HARUS” itu salah satu yang membuatku tertekan. Kamu harus ini, kamu harus itu. Ah,.. itu menggangguku sekali.

Heuu,..apakah ini hal yang biasa atau seperti apa?

Aku juga tak tau

Tulisan pertamaku


Ehehehe,.. kali ini mau mengutarakan uneg-uneg. Dasar saya itu orangnya agak hebring. Maka kalau ada berita yang agak exited jadi heboh gitu deh. Hehee,.. 😆

Ceritanya secara tidak kebetulan saya iseng dan penuh harap untuk menulis artikel di dakwatuna. Kulak-kulik dan komat kamit saya mencari bagaimana menjdai kontributor menulis di dakwatuna. Eh, pada akhirnya tuh tulisan muncul jugak di dakwatuna,.. kirimnya hari jum’at, dan terbt hari ini.

Oh admin dakwatuna,.. makasih yaaaa 😉 😉 😉

Ini tulisanku yang berhasil menjadi penampakan Antara Politik dan WC.. sebelumnya sudah saya posting di blog sih,.. tapi tak apalah.. 😀

Aku dan Si dia


ah,.. kata apa yang pantas kutulis disini untuk suamiku yah? Bahkan suamiku bukan lelaki yang suka kata-kata romantis nan manis. Tapi cukup melihat wajah istrinya yang manis melebihi gula asliii wuiiih.. #wup wup wup.. :mrgreen:

Suamiku itu anak ragil, Ngeyelnya hampir sama dengan gadis yang mengaku manis ini, eh sudah bukan gadis dink 😆 . Cueknya juga hampir sama denganku, bedanya dalam hal berpakaian istrinya suamiku itu alias aku sendiri sudah mulai bertaubat dalam me match kan warna pakaian yag dikenakannya. Yang orang bilang sudah mulai eyecathing gitu loh dari pada dahulu kala yang sering meniru gaya berpakaian Harajuku yang salah gaul.

Kata si dia  si pemrotes sejati (teman tidurku sewaktu ngekost di solo) “iiih, kasian yang liat kamu tuh kalau pakaianmu seperti kue lapis warna-warni nabrak sana nabrak sini”.  Yang disindir tak mau kalah dengan menyiapkan segala amunisi ” eiiit jangan salah mbak,.. kau tau? inspirasi berpakaian ku ini terinspirasi dari alam. Liat aja tanah warnanya apa? coklat kan.. Naaah,.. diatasnya tu ada birunya langit yang indah tak terkira, disela biru juga ada bercak putihnya awan. Trus ada lagi, tuh liat di tengah-tengah pemandangan ada segarnya daun yang berwarna hijau, dan bunga warna-warni yang bermekaran disekelilingnya. Bukankah itu perpaduan warna yang indah?? Aseeeek” #NyengirBahagia . Yang mrotes langsung memoleskan tangan ke kepalaku “Dasar, Ngeles!” Continue reading

New World with my Hunny


Alhamdulillah pada hari ahad tgl 15 Desember kemarin saya melangsungkan akad dengan seorang pria lokal asli klaten :mrgreen: . Acara sederhana yang dengan bantuan teman-teman saya yang luar biasa ini akhirnya membuatku semakin terpesona pada Allah seraya berucap “Alhamdulillah atas ukhuwah yang Engkau berikan kepadaku ya Alloh” .

Syukron Jazakumulloh kepada crew yang membantu acara sederhana kami.

Teruntuk manager Marketing mr. Janu Kurniawan yang mendekor menjadi lebih cantik dan ciamik dah,.. ah pak janu pokmen Te O Pe Be Ge Te beuuud..,
Teruntuk Sang pothographer owner “Poetri pothograph”  Nurul Chotimah yang bersedia mengabadikan moment indah ini menjadi lebih ajiiib. Hasile bagus beud rull.. Jazakillah,.. ,
Teruntuk ummu Eliya bunda Triana yang merias wajah saya menjadi semakin tjantik #eh :mrgreen: simple but elegant cause less is more.. Semakin sederhana mebuatku semakin enak dilihat *hihihi (ngalem dewe)
Teruntuk pak Harto duta DSH yang rela mengusung2 kompor untuk memudahkan ibu2 menyiapkan sajian, Teruntuk Bekti yang meminjamkan baju nikahnya and Devi Ariza yang dengan senang hati kurepoti untuk mengantarku kemana-mana”
Teruntuk front liner DSH Solo Akmal yang bersenandung di hari ahad bersama temannya “duo Kaffi”

Dan Teruntuk teman2 semua yang memberikan tanda cinta serta doa tulus kepada kami..  Syukron Jazakumulloh,.. semoga Alloh melimpahkan keberkahan dan memudahkan segala urusan teman-teman semua..

ahh,.. bagaimana saya membalas kebaikanmu temans? ah, sekali lagi Semoga Alloh selalu memberikan kebarokahan yang berlimpah ruah, memberikan kesehatan yang tak ternilai harganya, melapangkan rizki, dan memudahkan segala urusanmu temans.

ulfah Continue reading

Sekali lagi


Seka lilagi, bukan yang kuinginkan tapi yang kubutuhkan

Kamar 2 x 2.5 meter itu memang sempit, ditambah satu orang lagi menempati kamar kecil itu. Satu lemari besar, satu meja kecil, dan satu kasur busa kecil yang mulai mengempes tanpa dipan. Yap, itu kamar kos ku dulu di solo. Disebelah lemari besar terdapat warisan berupa tulisan kertas yang tertempel rapi di tembok (setidaknya lebih rapi tempelannya dari pada hasil karya tempelanku). Di kertas itu tertulisakan banyak kata yang sungguh asing bagiku, tetapi indah dihati. Ketika itu usiaku masih imut saat tahun pertama memasuki bangku kuliah. :mrgreen:

“Aku tau, Allah memberiku apa yang aku butuhkan, bukan apa yang aku inginkan”. Kira-kira seperti itu kalimat yang tertuang di kertas itu, sudah agak robek memang. Dari beberapa kejadian yang menimpaku memang kalimat itu selalu membenarkan dirinya. Continue reading